2 November 2009

Ternak Kambing India Menggiurkan

Probolinggo - SURYA- Peternak Kabupaten Probolinggo mulai tergiur membudidaya jenis kambing impor dari India. Mereka berharap meraup untung puluhan juta dengan beternak kambing yang dikenal dengan istilah kambing Peranakan Etawa (PE).


Pantauan Surya, kambing PE ukurannya lebih besar dibanding kambing lokal. Untuk kambing yang sudah menjadi pejantan, tingginya mencapai 1 meter dengan panjang 1,5 meter dan berat badannya berkisar 80-90 kg.

Kambing PE itu, lebih terlihat seperti seekor keledai dan harganya bisa tembus Rp 30 juta. Namun, jenis kambing ini bukan untuk dijual di dalam pasar local, tapi diekspor ke luar negeri di antaranya Malaysia.

“Kalau dijual di pasar lokal, harganya tidak terjangkau. Karena, daripada menyembelih kambing ini, pembeli lebih memilih menyembelih sapi,” ujar Ahmad Badawi salah satu peternak PE di rumahnya Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan, Minggu (2/7).
Saat ini di Probolinggo sudah ada 420 ekor kambing PE milik paguyuban peternak. “Beternak kambing ini hasilnya lebih menggiurkan, daripada beternak sapi impor seperti limusin atau brahma,” ungkapnya.

Untuk anak kambing PE yang masih berumur sebulan, harganya di kisaran Rp 5 - Rp 9 juta. “Kalau warnanya hitam dan putih, terus ukuran telinganya panjangnya minimal 30 cm, harganya sudah mencapai Rp 9 juta-an, meski beruur sebulan,” jelasnya.


Sementara Kasi Kelembagaan Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo, Tri Santoso menjelaskan, kambing PE pangsa pasarnya luar negeri. “Ini untuk ekspor. Sehingga harganya relatif mahal,” katanya.st4
powered by Blogger Theme | WordPress by Newwpthemes