26 Oktober 2008

Mastitis Pada Kambing Perah

 Web ini sudah tidak kami update lagi silahkan kunjungi web Lembah Gogoniti Farm yang baru di http://www.lembahgogoniti.com

Beberapa hari ini Penulis Blog Kambing Indonesia disibukkan dengan masalahpenyakit pada kambing yang ada peternak Mitra, dalam sehari ada 3 Induk yang terjangkit penyakit radang susu atau lebih akrab disebut mastitis. Pada kambingnotabene adalah kambing perah kasus ini sering terjadi. Untuk itu padapostingan kali ini Blog kambing Indonesia akan membahas masalah Mastitis. Selain dikutip dari beberapa literature dan beberapa sumber. Penulis jugamempunyai tip dan trik untuk mengatasi masalah penyakit ini karena kebetulansecara teknis penulis selalu menangani sendiri setiap kasus yang terjadi di Farm penulis maupun kambing yang ada di Mitra. Maklum peternak kecil belum kuatmembayar Dokter Hewan. Namun Tip dan trik itu akan Penulis muat di postinganberikutnya.
Menurut Subronto, 2003, mastitis adalah penyakit radang ambing yang merupakan radang infeksi. Biasanya penyakit ini berlangsung secara akut, sub akut maupun kronis. Mastitis ditandai dengan peningkatan jumlah sel di dalam air susu, perubahan fisik maupun susunan air susu dan disertai atau tanpa disertai perubahan patologis atau kelenjarnya sendiri).
Streptococcus Menurut faktor penyebabnya, mastitis dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus agalactiae, Str.dysgalactiae, Str.uberis, Str. zooepidemicus, danaureus , serta berbagai spesies lain yang juga bisa menyebabkanterjadinya mastitis walaupun dalam persentase kecil.
.
Tanda-tanda klinis
Keadaan mastitis di bagi menjadi beberapa bagian:
a. pra akut mastitis
b. Akut mastitis
c. Sub akut mastitis
d. kronis mastitis
e. sub klinis mastitis
Dalam keadaan akut atau sub akut biasanya tanda-tanda klinis pada ambing terjadi pembengkakan pada ambing dengan tanda-tanda :
a. merah
b. panas
c. keras
d. sakit bila disentuh
e. fungsi terganggu (produksi menurun menurun)
Tanda-tanda keseluruhan
a. demam (pyrexia)
b. severe depression
c. anorexia penurunan nafsu makan
d. warna susu berubah warna - kuning/merah keadaan - pekat/merah bau. Untuk subklinis mastitis, tidak ada perubahan yang nyata pada susu.Penyakit hanya bisa dikenali melalui pemeriksaan serum (patologi klinis).

Pencegahan
• Menjaga kebersihan kandang
• Memandikan kambing secara teratur
• Menjaga kebersihan pemerah, peralatan pemerahan, kambing pada saat sebelum pemerahan dan sesudah pemerahan
• Pada saat pemerahan Susu harus diperah sampai habis tetapi perlakuan yang halus dan cepat sehingga merusak ambing.
• Pada kambing yang tidak diperah susunya setelah lepas sapih sebaiknnya di diperah sampai masa kering karena sisa susu setelah tidak disusu oleh anak kambing dapat dijadikan media bakteri sehingga terjadi peradangan.

Pengobatan secara Medis
Bersihkan daerah yang terjangkit menggunakan air hangat dicampur dengan antiseptik. Tujuan penggunaan air hangat adalah untuk membantu dalam aliran darah yang bisa menambah pengeluaran susu. Antiseptik berfungsi untuk membunuh atau menghalangi pembiakan kuman di daerah ambing

Secara tradisional
­ Induk diberi campuran kuning telor dan madu
­ Kunyit diparut, kemudian ditambah gula merah di tambah beberapa butir telor lalu diminmkan
­ Puting susu yang terkena mastitis, puting susunya dibersihkan dengan air hangat lalu dibalurkan campuran kuniyt dengan asam jawa yang dihaluskan
­ Puting adan ambing diversihkan dengan rebusan air sirih, kemudian dibalurkan atau ditempelkan campuran kencur dengan jahe.

Sumber bacaan:
Penyakit dan obat tradisional ternak karya Ir Wirdateti penerbit PT musi Perkasa Utama
Artikel pada Blog... yang diterjemahkan bebas oleh penulis

.
powered by Blogger Theme | WordPress by Newwpthemes