17 Mei 2008

BBM dan Nasib Petani Peternak


Kalau BBM naik lagi , mungkin singkatannya harus diganti, menjadi BBM (Benar-Benar Mahal) atau Barang Barang Mahal). Itulah isu yang sekarang lagi santer diberitakan di media massa. Kebijakan kenaikan harga BBM adalah kebijakan yang tidak populer dimata rakyat. Pemerintah beralasan kebijakan kenaikan BBM, adalah untuk mengurangi beban APBN yang semakin membengkak akibat kenaikan minyak dunia. Dan pengurangan subsidi BBM adalah untuk masa depan bangsa?? Bahkan wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dalam satu kesempatan 80 % subsidi BBM selama ini hanya diterima oleh orang kaya. Kebijakan ini menurut beberapa sumber managemen bangsa ini sudah sama dengan sebuah perusahaan, dimana sistem kapitalisme yang dipakai tanpa memperdulikan lagi kepentingan rakyat.

Sangat ironis memang, negeri kita yang kaya akan minyak justru tidak bisa menikmati kemakmuran akibat kenaikan harga minyak dunia. Justru sebaliknya. Kelangkaan BBM terjadi dimana-mana, di SPBU masyarakat dilarang untuk membeli BBM memakai jerigen. Sampai petani demo ke jalan karena traktor mereka tidak bisa jalan untuk menggarap lahan. Setiap hari media massa memuat mahasiswa dan masyarakat demo menolak kenaikan BBM. Bahkan sempat terjadi beberapa tindakan anarkis. Inilah yang sangat kita sesalkan.

Menurut mahasiswa pemerintah harus mengambil cara lain selain menaikkan BBM, misalnya pengembalian kembali uang negara yang sudah dibawa para korutor, atau penangguhan pembayaran utang. Bahkan tokoh nasional Amien Rais sempat mengatakan dalam sebuah wawancara di salah satu TV swasta, memberikan wacana bahwa pemimpin Indonesia harus berani melakukan renegosiasi ulang kontrak karya terkait dengan proyek antara pemerintah dengan pihak asing yang notabene merugikan bangsa kita.

Itulah sederetan fakta yang sedang dihadapi negeri kita, haruskah kita berpangku tangan menghadapi semua ini ? Tentu tidak kita sebagai rakyat harus tetap kuat dan bertahan menghadapi semua ini. Penulis akan coba mengomentari beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai rakyat dari sisi dunia penulis sebagai petani dan peternak. Kenaikan BBM jelas membawa dampak langsung terhadap usaha bidang pertanian. Misalnya peternak butuh bekatul untuk bahan pakan ternaknya jelas harganya akan naik karena ongkos selep huler bertambah karena solarnya juga naik. Ongkos Pengangkutan dedak ke farm otomatis juga naik karena harga BBM juga naik.

Namun menurut penulis, kita masih bisa menyiasati dengan beberapa cara. Justru di tengah kesulitan biasanya kita lebih bisa memanfaatkan potensi yang ada. Peternakan mempunyai potensi yang bisa dikembangkan untuk sumber energi baru. Biogas adalah gas yang terdapat dari kotoran ternak atau feces ternak, selama ini menurut penulis kurang dimanfaatkan oleh peternak atau masyarakat padahal kalau dikembangkan bisa menggantikan energi lain seperti minyak tanah. Anggaran untuk membeli gas bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lain. Bahkan pemerintah sudah mencanagkan program desa mandiri energi yatu dengan Biogas.

Komponen biaya transportasi dalam satu usaha adalah penting. Langkah penghematannya misalnya untuk mengakut empat ekor kambing dulu mungkin kita menggunakan kendaraan bak terbuka atau Pikup. Sekarang mungkin bisa kita lakukan dengan sepeda motor roda 3 (mochin) atau sepeda motor dengan ”Obrok” atau gerobak .

Pada kondisi peternakan yang menggunakan pakan komplit atau pakan konsentrat hasil survey penulis di beberapa pabrikan yang ada di Blitar juga sudah menaikkan harga karena ada beberapa komponen bahan yang sudah naik. Salah satu solusinya yang bisa dilakukan peternak ruminasia adalah mencari alternatif bahan baku yang murah, dengan ketersedian banyak. Cara lain yang dapat dilakukan adalah menambahkan cairan probiotik tertentu yang bisa menaikkan daya cerna dan palatabilitas pakan sehingga lebih memaksimalkan produksi karena pakan lebih terserap sempurna walaupun kondisi pakan mungkin lebih jelek. Karena secara prinsip ternak ruminansia bisa memanfaatkan kondisi pakan yang jelek untuk produksinya.

Namun ide penulis diatas belum tentu bisa diterapkan disemua daerah, , namun setidaknya menjadi inspirasi bagi pembaca blog sekalian. Tentunya pembaca akan lebih bisa menganalisa apa yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi daerah pembaca. Maju terus pantas mundur,



powered by Blogger Theme | WordPress by Newwpthemes