16 April 2008

Saatnya Beralih ke Susu Kambing


Tidak mudah untuk mengembangkan gizi dalam susu. Namun, para ahli peternakan hewan di Universitas California Davis telah menemukan bahwa dalam susu kambing terdapat plasma yang bersifat seperti enzim antibakteri yang juga terkandung dalam air susu ibu (ASI). Para peneliti berharap suatu hari penemuan ini akan membantu menjaga dan mengobati penyakit diare yang sering diderita oleh anak-anak yang diklaim WHO telah menelan korban setidaknya dua juta anak setiap tahunnya.

Di antara jenis minuman yang biasa diminum oleh Nabi Muhammad saw. adalah susu kambing segar yang langsung diminum sesudah diperah dari kambing untuk menjaga stamina tubuhnya dan juga karena beliau mengetahui kelebihan dari susu kambing ini. Beberapa tokoh dunia seperti Ratu Cleopatra dan Mahatma Gandhi diketahui gemar minum susu kambing untuk menjaga kehalusan kulit mereka. Tetapi, saat ini berapa persen dari penduduk dunia ini yang mempunyai kebiasaan minum susu kambing?

Kandungan gizi susu kambing tidak kalah dengan susu sapi. Bahkan keluhan-keluhan kesehatan yang sering dijumpai akibat minum susu sapi tidak pernah dirasakan oleh orang yang mengonsumsi susu kambing, sehingga susu kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai alergi terhadap susu sapi.

Bagi orang yang peka terhadap unsur laktosa (mulas atau sakit perut jika minum susu), maka rendahnya kandungan laktosa pada susu kambing memungkinkannya untuk meminum susu tanpa keluhan mulas. Dari sisi komposisi dasar, antara susu kambing dan susu sapi memiliki kesamaan. Susu sapi mengandung 12,2 persen bahan kering (3,2 persen protein, 3,6 persen lemak, 4,7 persen laktosa, dan 0,8 persen bahan mineral). Sementara susu kambing mengandung 12,1 persen bahan kering (3,4 persen protein, 3,8 persen lemak, 4,1 persen laktosa, dan 0,8 persen bahan mineral).

Selain rendah laktosa, susu kambing juga kaya kandungan mineral, kalsium, potasium, magnesium, fosfor, klorin dan mangan. Kandungan unsur sodium, besi, sulfur, seng dan molibdenum serta enzim ribonuklease, alkaline phosphatase, lipase, dan xanthine oxidase pada susu kambing lebih rendah. Singkat kata, susu kambing sangat bermanfaat sebagai pangan alternatif pada anak-anak, penderita sakit karena sifatnya mudah dicerna.

Meski mekanisme kerja susu kambing dalam mengatasi berbagai gangguan penyakit dalam tubuh belum diketahui secara pasti karena penelitian tentang itu masih sangat terbatas, tetapi susu kambing telah terbukti mengandung zat bioaktif yang mampu menjaga keseimbangan hormon. Sebagai pangan tambahan (food suplement) diketahui dapat mengurangi gangguan pernapasan, seperti asma, bronkitis, rematik. Kemampunannya mengontrol lemak dalam tubuh, minuman ini pun berkhasit menghaluskan kulit. Butiran lemak susu kambing rata-rata berukuran 2 mikrometer, 0.5 – 1 mikrometer lebih kecil dibanding lemak susu sapi. Susu kambing lebih cepat terdispersi dan campurannya lebih homogen.

Keistimewaan susu kambing

1. Kaya protein, enzim, mineral, vitamin A, dan vitamin B (riboflavin). Beberapa jenis enzim juga terdapat dalam susu kambing, di antaranya ribonuklease, alkalin fosfat, lipase, dan xantin oksidase. Sementara beberapa mineral yang terkandung dalam susu kambing yaitu kalsium, kalium, magnesium, fosfor, klorin, dan mangan.
2. Mengandung antiantritis (inflamasi sendi).
3. Mempunyai khasiat untuk mengobati demam kuning, penyakit kulit, gastritis (gangguan lambung), asma, dan insomnia (sulit tidur).
4. Molekul lemaknya kecil sehingga mudah dicerna.
5. Bila disimpan di tempat dingin, tidak mengubah kualitas khasiatnya.

Nilai nutrisi susu kambing per 100 gram porsi makanan mengandung 87 gram air, energi (68 kcal/288 kj), protein (3,5 gram), total lemak (4,1 gram), karbohidrat (4,4 gram), dan ampas (0,8 gram). Mineralnya terdiri dari kalsium (133 mg), besi (0,05 mg), magnesium (13,97 mg), fospor (110 mg), kalium (204 mg), natrium (49 mg), seng (0,3 mg), tembaga (0,046 mg), mangan (0,018 mg), dan selenium (1,4 mcg).

Selain itu, juga mengandung vitamin, masing-masing vitamin C 1,29 mg, thiamin (0,048 mg), riboflavin (0,138 mg), niasin (0,277 mg), asam pantothenic (0,310 mg), vitamin B-6 (0,046 mg), folat (0,6 mcg), vitamin B-12 (0,065 mcg), vitamin A (185 IU), vitamin A, RE (56 mcg_RE), vitamin D (12 IU), dan vitamin E (0,09 mg_ATE).

Lemaknya terdiri dari asam lemak jenuh (saturated) sebanyak 2,667 gram, asam lemak tak jenuh monounsaturated 1,109 gram, asam lemak tak jenuh polyunsaturated (0,149 gram), dan kolesterol 11,4 mg. Sedangkan asam aminonya terdiri dari tryptophan (0,044 gram), threonine (0,163 gram), isoleucine (0,207 gram), leucine (0,314 gram), lysine (0,29 gram), methionine (0,08 gram), cystine (0,046 gram), phenylalanine (0,155 gram), tyrosine (0,179 gram), valine (0,24 gram), arginine (0,119 gram), histidine (0,089 gram), alanine (0,118 gram), asam aspartat (0,21 gram), asam glutamat (0,626 gram), glycine (0,05 gram), proline (0,368 gram), dan serine (0,181 gram).

Produsen susu kambing yang paling produktif adalah negara Eropa Barat dan Timur seperti Prancis 400 kg susu per ekor per tahun, Rusia (125 kg), Spanyol (121 kg), Italia (115 kg), dan Yunani (78 kg). Negara-negara yang produktivitas susu kambingnya sangat rendah adalah Aljazair 47 kg susu per ekor per tahun, Irak (35 kg), Sudan (31 kg), Turki (30 kg), Pakistan (17 kg), dan Indonesia (15 kg). Populasi kambing di Amerika Serikat yang menghasilkan susu secara rutin mencapai 1 juta ekor.

Selain diminum langsung, susu kambing juga bisa digunakan sebagai bahan baku produk tertentu ataupun diolah menjadi berbagai produk lain mulai dari minuman, makanan bahkan kosmetika. Dalam dunia kosmetik, susu kambing juga menjadi bahan pembuatan cairan pelembap, sabun dan lipstik.***

Dadang Gusyana, S.Si.
Alumnus Biologi, Universitas Padjadjaran, Bandung.
Information Officer, Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC).

powered by Blogger Theme | WordPress by Newwpthemes