7 Februari 2008

POPULASI KAMBING PE MENINGKAT

Populasi kambing Peranakan Ettawa (PE) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dalam lima tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada tahun 2002 jumlah PP sebanyak 45.800 ekor, tahun 2003 bertambah menjadi 50.550 ekor. Tahun 2004 berkembang lagi menjadi 58.400 ekor, tahun 2005 bertambah sedikit menjadi 59.600 ekor dan akhir 2006 menjadi 60.808 ekor.

Bupati Purworejo H Kelik Sumrahadi mengungkapkan hal itu Jumat (16/2) malam di depan peserta Sarasehan Pengembangan Ternak Ettawa di Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing. Sarasehan yang menghadirkan kelompok-kelompok peternak itu juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah (Jateng) H Mardiyanto.

Bupati lebih lanjut menjelaskan, kebijakan penyebaran dan pengembangan ternak di Kabupaten Purworejo disesuaikan dengan kondisi agroekosistem yang ada. Wilayah Purworejo bagian selatan dan tengah antara lain Kecamatan Ngombol, Purwodadi, Grabag, Bayan dan Purworejo dikembangkan ternak sapi potong. Baik sebagai penghasil bibit maupun usaha penggemukan.

Sedangkan di wilayah utara dan timur yang merupakan daerah perbukitan yang meliputi Kecamatan Kaligesing, Bener, Loano, Bruno, Kemiri dan Pituruh, dikembangkanm sebagai sabuk kambing PE. Wilyah itu mempunyai daya dukung lahan dan pakan serta sumber daya peternak yang memadai.

Pengembangan peternakan kambing PE di Purworejo sudah menjadi program pemerintah sejak 1970. Tujuannya untuk melestarikan dan mengembangkan kambing PE, yaitu dengan penyaluran gaduhan ternak, pengembangan Village Breeding Centre (VBC), pengembangan kelompok penangkar ternak, lomba kelompok tani ternak dan kontes PE.

Sementara itu Gubernur Jateng H Mardiyanto dalam kesempatan itu mengatakan, kambing PE potensial dikembangkan karena memiliki keunggulan komparatif. Yaitu mampu menjadi penghasil daging dan susu dengan sama baiknya, berpostur badan besar dan berbulu lebat. Sementara iklim dan sumber daya lahan di Jateng sangat mendukung. WWW.PURWOREJONEWS.COM
powered by Blogger Theme | WordPress by Newwpthemes